Hari ini bisa dibilang akhir tahun 2012
mungkin sudah bisa di hitung pake jari ya
Ok menurut jam rumah 1,5 jam lagi
Gak ada wishes khusus buat pergantian tahun 2012 ke 2013
Cuma mau punya banyak unexpected thing aja
Biar lebih seru aja ^^
yea... SEMANGAT! HARUS RAJIN!
Senin, 31 Desember 2012
Selasa, 11 Desember 2012
LIFE IS NEVER FLAT, DUDE!
Hidup ini kok sebegini datar ya? yakin akan ada happy ending?
Entah kenapa ya kata-kata itu paling sering muncul dipikiran gue, sampe sekarang gue yang menyandang
Selain perkara diatas, terkadang banyak yang mengatakan kedataran hidup gue itu diakibatkan karena status single yang gue sandang. Tapi, gue rasa itu sangat salah, tapi ada benernya juga sedikit. Entah kenapa menjadi single adalah salah satu hal yang dapat dibanggakan dijaman sekarang, gak usah tanya kenapa -__- 2012 masih jomblo gile lo... cari koneksi dongse
Kamis, 06 Desember 2012
PENGAGUM
PENGAGUM adalah sebuah kata yang sering digunakan untuk menggambarkan sosok seorang yang selalu mencuri-curi pandang ketika bertemu dengan seseorang yang disukanya. Dimana dia berusaha mencari segala info-info umum sampai info yang paling aneh dengan mengandalkan koneksinya. Terkadang harus menahan kecewa ketika diketahui sang pujaan sudah memiliki tambatan hatinya. Dan terkadang mendo'akan agar hubungan sang pujaannya cepat berakhir atau kata lain PUTUS. Meskipun, tidak menjamin sehabis itu mereka akan dekat dan menjadi sosok penggantinya.Terkadang mereka akan me-add FB pujaannya, memfollow twitternya bahkan teman-temannya untuk mendapatkan info terbaru tentang PUJAANnya.
PENGAGUM terkadang berharap dan berdo'a setiap hari agar dia dapat bertemu dengan sang PUJAAN entah dimana saja. Bahkan ditempat yang tidak dibayangkan. Berpapasan ketika pergi kekamar mandi. Dia akan mudah ditemui ditempat-tempat yang dekat dengan tempat sang PUJAAN beraktifitas. Berharap agar sang PUJAAN melihat dirinya. Ketika sang PUJAANnya lewat matanya pun tak akan lepas memandangnya, berharap mendapat tatapan balik darinya.
PENGAGUM akan senang jika sang PUJAAN mengetahui namanya, menengok kearah dirinya ketika berpapasan ataupun juga mendapatkan tatapan yang seolah-olah tertuju padanya. Hal-hal tersebut sudah cukup membuat mereka senang bukan kepalang. Tetapi, merekapun terkadang tersadar bahwa tatapan itu sebenarnya bukan untuk dirinya, perlakuan baik itu bukan hanya untuk dirinya. Mereka kadang berfikir untuk menjadi orang yang selalu ada menemani dikala suka dan duka si PUJAAN, tetapi terkadang mereka berfikir bahwa menjadi PENGAGUM saja sudah cukup.Meskipun mereka selalu melakukan hal yang sama dan mengulanginya setiap hari tetapi terkadang mereka tidak tahu jika ada orang lain yang seperti mereka yang mengawasinya sebagai seorang PENGAGUM sang PENGAGUM yang melakukan yang dia lakukan.
PENGAGUM terkadang berharap dan berdo'a setiap hari agar dia dapat bertemu dengan sang PUJAAN entah dimana saja. Bahkan ditempat yang tidak dibayangkan. Berpapasan ketika pergi kekamar mandi. Dia akan mudah ditemui ditempat-tempat yang dekat dengan tempat sang PUJAAN beraktifitas. Berharap agar sang PUJAAN melihat dirinya. Ketika sang PUJAANnya lewat matanya pun tak akan lepas memandangnya, berharap mendapat tatapan balik darinya.
PENGAGUM akan senang jika sang PUJAAN mengetahui namanya, menengok kearah dirinya ketika berpapasan ataupun juga mendapatkan tatapan yang seolah-olah tertuju padanya. Hal-hal tersebut sudah cukup membuat mereka senang bukan kepalang. Tetapi, merekapun terkadang tersadar bahwa tatapan itu sebenarnya bukan untuk dirinya, perlakuan baik itu bukan hanya untuk dirinya. Mereka kadang berfikir untuk menjadi orang yang selalu ada menemani dikala suka dan duka si PUJAAN, tetapi terkadang mereka berfikir bahwa menjadi PENGAGUM saja sudah cukup.Meskipun mereka selalu melakukan hal yang sama dan mengulanginya setiap hari tetapi terkadang mereka tidak tahu jika ada orang lain yang seperti mereka yang mengawasinya sebagai seorang PENGAGUM sang PENGAGUM yang melakukan yang dia lakukan.
Kamis, 29 November 2012
PERFORMANS ITIK PETELUR SELAMA ENAM MINGGU
PERFORMANS
ITIK PETELUR SELAMA ENAM MINGGU
(Laporan
Praktikum Ilmu Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa)
Oleh:
Kelompok
II
Arista Pribadi 1114141009
Atika Zahra Sri R. 1114141011
Bekti Kurnia I. 1114141014
Citra Nindya Kesuma 1114141016
Dina Sari Dewi 1114141024
Fauzan Isnanda Dirgahayu 1114141030
Hermawan 1114141038
Lasmi Ken Utari 1114141045
Maria
Dwi C. 1114141051
Putri Handayani 1114141056
Rahmat Nurdiyanto 1114141057
Tegar Hanif Rifai 0814061058
Tri Atika 1114141071
JURUSAN
PETERNAKAN
FAKULTAS
PERTANIAN
UNIVERSITAS
LAMPUNG
2012
KATA
PENGANTAR
Puji syukur atas kehadirat Tuhan Yang Maha Esa,
karena atas rahmat dan hidayahNYA penulis dapat menyelesaikan laporan praktikum
Ilmu Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa ini dengan tepat waktu.
Atas tersusunnya laporan praktikum ini maka penulis
mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam
terselesainya laporan praktikum ini.
Penulis menyadari bahwa dalam penulisan laporan ini
masih banyak kekurangn, maka dari itu penulis mengharapkan kritik dan saran
yang membangun demi tercapainya laporan praktikum yang lebih baik lagi
kedepannya. Penulis berharap agar laporan ini dapat bermanfaat tidak hanya bagi
penulis tetapi juga bagi semua orang yang membacanya.
Bandar
Lampung, 29
November 2012
Penulis
LEMBAR
PENGESAHAN
Judul Praktikum : Performan Itik Selama Enam Minggu
Tempat Praktikum : Kandang Jurusan Peternakan fakultas
Pertanian Universitas Lampung
Tanggal Praktikum : 23 Oktober – 27 November 2012
Kelompok : II (Tiga)
Nama dan
NPM :
Arista Pribadi 1114141009
Atika Zahra Sri R. 1114141011
Bekti Kurnia I. 1114141014
Citra Nindya Kesuma 1114141016
Dina Sari Dewi 1114141024
Fauzan Isnanda Dirgahayu 1114141030
Hermawan 1114141038
Lasmi Ken Utari 1114141045
Maria
Dwi C. 1114141051
Putri Handayani 1114141056
Rahmat Nurdiyanto 1114141057
Tegar Hanif Rifai 0814061058
Tri Atika 1114141071
Jurusan : Peternakan
Fakultas : Pertanian
Universitas : Universitas Lampung
Bandar
Lampung, 12 November 2012
Mengetahui
,
Dosen
Mata Kuliah
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL
KATA PENGANTAR
LEMBAR PENGESAHAN
DAFTAR ISI
I.PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang………………………………………………………………………
B.
Tujuan ………………………………………………………………………………
II.TINJAUAN
PUSTAKA…………………………………………………………………
III.METODE
KERJA………………………………………………………………………
A.
Waktu dan
Tempat………………………………………………………………….
B.
Alat dan
Bahan……………………………………………………………………..
C.
Cara
Kerja…………………………………………………………………………..
IV.HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan…………………………………………………………………..
B.
Pembahasan…………………………………………………………………………
V.KESIMPULAN………………………………………………………………………….
DAFTAR PUSTAKA
LAMPIRAN
I.
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Itik dikenal juga dengan istilah Bebek (bahasa Jawa). Nenek
moyangnya berasal dari Amerika Utara merupakan itik liar ( Anas moscha) atau
Wild mallard. Terus menerus dijinakkan oleh manusia hingga jadilah itik yang diperlihara
sekarang yang disebut Anas domesticus (ternak itik). Itik adalah hewan
penurut, itik mudah di ternakkan dan dipelihara. Banyak
sekali sumber daya yang bisa kita ambil dari bebek ini, ada telurnya, dagingnya
bahkan kotorannya bisa di jadikan pupuk. Penggemar daging dan telur bebek
sekarang semakin banyak, karena rasa dari dagingnya yang sangat lezat. Telurnya
pun bisa dibikin telur asin yang tak kalah lezat dengan dagingnya. Kebutuhan
akan ketersediaan daging dan telur itik
ini sangatlah
tinggi.
Pada umumnya
tujuan pemeliharaan itik adalah untuk menghasilkan telur.Pemeliharaan itik dari
masa ke masa, profilnya adalah peternakan itik rakyat atau itik kampung, yang
skala pemeliharaannya kecil dan umumnya diumbar.Itik mempunyai karakteristik
khas unggas petelur termasuk dalam tipe petelur ini antara lain berasal
darijenis : Indian Runner, Khaki Khampbel dan Buff Orpington atau itik Buff.
Dalam perkembangannya di Indonesia, Indian Runner banyak dipelihara di wilayah
tertentu, misalnya di Kalimantan Selatan dikenal itik Alabio,di daerah Tegal
disebut itik Tegal dan di Bali disebut Itik Bali. Kemampuan bertelurnya bila
dipelihara intensif hingga 300 butir pertahun dan bila dipelihara semi insentif
berkisar 90 - 100 butir saja.Prospek dari usaha pemeliharaan itik cukup baik
mengingat konsumsi telur dari tahun ke tahun terus meningkat, pemeliharaannya
sudah mengarah pada semi insentif maupun kearah insentif.
Usaha
peternakan itik di Indonesia telah lama dikenal masyarakat. Agar
usaha ini dapat memberikan keuntungan yang optimal bagi pemiliknya
maka perlu diperhatikan beberapa hal yang menyangkut Manajemen pemeliharaan
ternak itik. Namun sebelum seorang peternak memulai
usahanya, harus menyiapkan diri dengan pemahaman tentang perkandangan, bibit
unggul, pakan ternak, pengelolaan dan pemasaran hasil. Selain itu, peternak harus memperhatikan bagaimana hasil produksi
telur untuk itik petelur yang diperoleh dengan mempertimbangkan susunan ransum
yang tepat dan sesuai dengan kebutuhannya. Oleh karena itu, kami melakukan
pemeliharaan ini untuk mengetahui bagaimana pengaruh ransum yang telah disusun
dengan protein yang telah ditentukan yaitu 18%
terhadap produksi telur selama enam minggu.
B.Tujuan
Tujuan dilakukannya praktikum pemeliharaan Itik Petelur adalah :
1.
Mengetahui penampilan performan Itik selama pemeliharaan
dalam waktu enam minggu
2.
Mengetahui
cara pemeliharaan itik yang baik mulai
dari pembuatan ransum hingga pemberian makan pada itik
3.
Mengetahui
pertambahan bobot badan, konsumi ransum, FCR (Feed convertion ratio) itik
selama pemeliharaan dalam waktu enam minggu.
4.
Mengetahui
produksi telur pada masa pemeliharaan itik selama enam minggu
II.
TINJAUAN PUSTAKA
Produktifitas itik masih kalah dibanding ayam
ras petelur. Paling tinggi kemampuan bertelur itik hanyalah 250 butir per ekor
per tahun. Itik magelang (itik kalung) malahan hanya sekitar 180 butir per ekor
per tahun. Sementara ayam petelur bisa sampai 300 butir. Tetapi untuk keperluan
tertentu, telur itik tidak bisa tergantikan oleh telur ayam. Bahkan telur itik
biru juga tidak bisa tergantikan oleh telur itik yang berwarna putih. Misalnya
untuk keperluan telur asin dan martabak. Untuk dua produk tersebut, mutlak
diperlukan telur itik yang berwarna biru. Karenanya, meskipun volume produksinya
relatif kecil dibanding telur ayam ras, peran telur itik tetap tidak akan
tergusur oleh telur ayam ayam ras. Hingga agroindustri telur itik berkembang
sesuai dengan hukum pasar. Profesionalitas pun berjalan. Bahkan kreatifitas
juga bermunculan. Misalnya sistem penetasan telur dengan teknologi sekam yang
hemat energi. Pemanfaatan sisa-sisa nasi dari warteg (warung tegal) untuk pakan
itik dll. Sentra-sentra peternakan itik pun tumbuh di Cirebon, Kuningan, Brebes
dan Tegal (itik tegal); Sukabumi, Cianjur, Magelang dan Boyolali (itik
magelang); sekitar Mojokerto (itik mojosari); di Bali (itik bali); dan di Kab.
Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan (itik alabio). Itu tadi merupakan
sentra-sentra utama yang hasilnya dipasarkan secara nasional. Selain itu masih
ada pula sentra-sentra kecil yang hasil telur maupun dagingnya hanya untuk
konsumsi lokal.
Di sentra-sentra itik tersebut, telah tercipta
suatu sistem yang mengarah pada spesialisasi. Di Amuntai, Kab. Hulu Sungai
Utara, ada peternak yang khusus menghasilkan telur konsumsi, ada yang hanya
telur tetas, ada spesialis penetasan, spesialis pembesaran itik betina, itik
jantan, bahkan ada yang spesialisasinya membuat kandang, meramu pakan,
menyalurkan itik jantan dll. Pola agroindustri seperti itu, sudah merata
terdapat di hampir semua sentra itik di Indonesia. Masing-masing jenis itik,
memiliki spesifikasi tertentu yang sangat khas. Itik tegal berukuran kecil,
posisi tubuh tegak dengan postur langsing, warna bulu cokelat muda cerah.
Ukuran telur sedang, warna kulit telur biru cerah. Produktifitas sekitar 200
butir per ekor per tahun. Itik mojosari mirip dengan itik tegal. Bedanya, warna
bulu lebih gelap, posisi tubuh lebih menunduk. Ukuran, warna kulit dan
produktifitas telur sama dengan itik tegal. Itik magelang merupakan itik
"raksasa". Karena ukuran tubuh serta telurnya lebih besar. Posisi
tubuh lebih menunduk dari itik mojosari. Warna bulu lebih gelap. Ciri khasnya
terdapat gelang warna (kalung) pada lehernya. Hingga kadang-kadang disebut
sebagai itik kalung. Selain lebih besar, telur itik magelang juga berwarna biru
agak gelap. Produktifitas telur paling tinggi 180 butir per ekor per tahun.
Itik bali rata-rata berwarna somi (cokelat
muda). Sebab meskipun variasi warna itik bali sangat beragam, namun yang paling
digemari para peternak adalah warna somi. Selain itu masih ada warna putih,
hitam, sundihan (cokelat gelap bergaris hitam) dan sikep (warna elang). Ciri
khas itik bali adalah adanya jambul pada bulu kepalanya. Hingga kadang-kadang
itik bali disebut sebagai itik jambul. Ukuran telurnya lebih besar dibanding
itik tegal, namun lebih kecil dari itik magelang. Warna kulit telurnya
putih. Produktifitasnya sedikit lebih kecil dibanding itik tegal maupun
mojosari. Semua itik tadi, warna kulit kakinya kelabu agak kehitaman. Hanya
itik alabiolah yang warna kulit kakinya oranye cerah, mirip itik peking. Warna
bulu itik alabio abu-abu berbintik hitam. Ukuran tubuhnya kecil dengan posisi
sangat menunduk. Ukuran telurnya paling kecil, dengan bentuk lebih bulat. Warna
kulit telur abu-abu. Produktifitasnya bisa sampai 250 butir per ekor per tahun.
Itik petelur yang dikembangkan di Inggris adalah khaki chambel yang merupakan
silangan itik rouan Perancis, itik liar dan itik jawa (itik tegal).
Produktifitas telurnya bisa lebih dari 250 butir per ekor per tahun. Namun
telur khaki chambel kurang disenangi karena warna kulitnya putih seperti halnya
telur itik bali. Selain itik petelur tersebut, masih ada pula itik manila
(entok) serta itik peking yang dipelihara untuk dimanfaatkan bulu serta
dagingnya. Bulu itik manila/peking antara lain untuk shuttle cock dan pengisi
bantal serta kasur.
Ada dua pola pemeliharan itik di Indonesia.
Pertama pola tradisional (konvensional) dengan cara digembalakan. Kedua cara
modern (intensif) dengan dikandangkan. Di Jawa, masih banyak pemeliharaan itik
dengan pola tradisional. Satu kawanan itik berjumlah minimal 200 ekor dengan
dua penggembala. Kawanan itik ini sama sekali tidak pernah "pulang"
ke rumah pemiliknya. Mereka mengembara dari satu persawahan ke persawahan lain,
sesuai dengan musim panen. Pada musim panen demikian, produksi telur itik tegal
dan mojosari bisa mencapai 80% dari total populasi. Paling sedikit 60%. Sebab
seluruh kebutuhan nutrisi itik tercukupi dari lahan penggembalaan. Karbohidrat
dan protein nabati, tercukupi dari sisa-sisa padi yang rontok sehabis dipanen.
Protein hewani akan tercukupi dari siput, anak kodok, cacing, yuyu (kepiting
sawah) dll. Selain itu di sawah tersebut juga terdapat gulma seperti genjer,
semanggi, bengok dll. yang akan memenuhi kebutuhan serat kasar, vitamin dan
mineral bagi itik. Kualitas telur itik gembalaan luarbiasa baik. Kulit telurnya
sangat tebal dan kuat, berwarna biru cerah kehijauan. Warna kuning
telurnya benar-benar kuning mengarah ke jingga. Para produsen telur asin
kualitas baik akan selalu memilih telur itik gembalaan. Demikian pula halnya
dengan para pembibit itik (pengusaha penetasan). Sebab daya tetas telur itik
gembalaan rata-rata mencapai 80%. Para pedagang martabak, malahan mengharuskan
bahan baku dari telur itik magelang hasil gembalaan. Sebab selain berukuran
besar, warna kulit telur benar-benar biru tajam hinga sangat menarik.
Itik gembalaan selalu diberi pejantan. Tiap 100
ekor terdiri dari 90 betina dan 10 jantan. Karenanya telur itik gembalaan akan
selalu terbuahi (fertil), hingga paling baik untuk ditetaskan. Itik-itik ini
benar-benar tidak pernah pulang. Kalau siang mereka merada di sawah yang habis
dipanen, malam harinya mereka juga tidur di pinggiran sawah tersebut. Agar
itik-itik itu tidak kabur, lokasi tidur tersebut dibatasi dengan pagar
sederhana dari anyaman bambu 50 cm. Pagar ini didirikan dengan patok-patok
bambu yang bisa dicabut dan dipasang. Pagarnya sendiri bisa digulung dan
diangkut ke mana-mana. Apabila hujan, para penggembala sudah siap dengan
tenda-tenda plastik (bivak) yang dikerudungkan di atas pagar tersebut.
Penggembalanya sendiri akan berjaga-jaga dan tidur bergantian di dekat tempat
itik itu. Paginya, itik akan bertelur di sawah dan segera dikumpulkan
oleh penggembala untuk dijual ke pasar terdekat. atau didatangi tengkulak.
Apabila lokasi penggembalaan itu sudah habis cadangan pakannya, itik berikut
penggembalanya akan pindah ke tempat lain. Demikian seterusnya sampai itik
tersebut harus diafkir untuk digemukkan dan dipotong.
Pada pemeliharaan dengan sistem kandang, itik
sama sekali tidak pernah pergi-pergi. Kandang seluas 5 X 10 m. misalnya, akan
mampu menampung 100 ekor itik. Sepertiga atau seperempat dari luas kandang
tersebut diberi atap untuk tidur dan bertelur itik. Pakan itik yang dipelihara
secara intensif ini sangat bervariasi. Paling ideal itik diberi pakan
ayam ras petelur yang saat ini harganya sudah sekitar Rp 2.500,- per kg. Satu
kg. pakan cukup untuk memberi ransum 10 ekor itik dewasa. Hingga biaya pakan
per ekor per hari jatuhnya Rp 250,- Harga 1 butir telur antara Rp 600,- sd. Rp
800,- di tingkat peternak. Harga itik dara siap telur sekitar Rp 35.000,- per
ekor, dengan masa bertelur 1,5 tahun. Berarti penyusutan per ekor per hari Rp
64,- Masih harus diperhitungkan pula biaya penyusutan kandang dan peralatan,
upah karyawan, rasio itik bertelur dan tidak bertelur dsb. Hasil telur yang ada
misalnya 80% dari 90 ekor (betina) = 72 ekor. Dengan harga Rp 800, maka
pendapatan kotor per hari dari 100 ekor itik Rp 57.600,- Pendapatan itu akan
digunakan untuk pakan bagi 100 ekor itik X 250,- = Rp 25.000,- Sisanya untuk
biaya penyusutan induk, kandang, upah buruh dll. hingga akan tersisa pendapatan
bersih. Apabila penggunaan pakan toko kurang menguntungkan, maka bisa dicari
pakan alternatif. Misalnya ampas tahu, dedak, nasi kering (eks warteg), kepala
udang dll.
Beda dengan ayam ras maupun kampung (petelur),
itik akan mengalami rontok bulu (laring) setelah satu periode, sekitar 1 sd.
1,5 tahun. Pada saat rontok bulu ini, produksi akan berhenti total selama 3
bulan. Biasanya para peternak yang berpengalaman, tidak akan menunggu
sampai periode rontok bulu ini datang secara alamiah. Mereka akan memaksa
"puasa" itik mereka selama 3 hari, dengan hanya diberi minum saja.
Dengan dipuasakan demikian, itik akan langsung masuk periode rontok bulu.
Apabila dalam satu angkatan, peternak memiliki 300 ekor itik, maka masa laring
ini akan dibuat bertahap. Pertama akan dirontokkan 100 ekor itik. Sementara yang
200 tetap produktif. Setelah 3 bulan, kelompok rontok bulu I sudah akan mulai
produksi kembali. Pada saat itulah kelompok II sebanyak 100 ekor dipuasakan
hingga masuk periode rontok bulu. Hingga tetap ada 200 ekor itik yang
berproduksi. Pada saat kelompok rontok bulu II mulai produktif, kelompok III
dirontokkan. Dengan melakukan perontokan secara bertahap demikian, maka dari
300 ekor itik tersebut, hanya 100 ekor yang tidak berproduksi. Itik yang sudah
mengalami laring sekali, masih bisa dipelihara sebagai petelur selama satu
periode lagi. Pada saat menjelang laring II, itik digemukkan untuk diafkir dan
dipotong. Ada pula peternak yang tetap mempertahankan pemeliharaan sampai
laring III, namun produktifitasnya sudah akan sangat menurun.
Itik / bebek sudah
mulai bertelur mulai bulan pertama hingga bulan kedua belas, dengan dua tahap
produksi telur. Pada satu masa pemeliharaan tersebut, itik / bebek mengalami
rontok bulu selama dua bulan (bulan keenam dan ketujuh), sehingga pada masa itu
itik / bebek tidak bertelur. Tahap produksi pertama (bulan pertama hingga
kelima) idealnya produktivitas itik / bebek rata-rata 70% dari jumlah populasi,
dan tahap kedua (dari selesai rontok bulu hingga afkir) rata-rata 60%.
Adanya masa
tidak bertelur tersebut, peternak harus mengatur pola produksi, sehingga
kontinuitas telur itik / bebek yang dihasilkan dapat terus terjaga
(berkelanjutan). Oleh karena itu harus ada penambahan populasi itik / bebek
pada waktu tertentu. Bibit itik / bebek ditambahkan secara bertahap, yaitu 300
ekor setiap tiga bulan sekali sehingga pada akhir tahun populasi itik / bebek
tersebut telah tetap berjumlah 1200 ekor.
Kebutuhan
luasan kandang itik / bebek petelur pola intensif, untuk tempat tidur adalah 3
ekor/m2, serta tempat bermain (pengganti tempat “angon”) 2 ekor/m2. Satu unit
kandang dengan luas 252 m2 tersekat menjadi 3 buah kandang, mampu menampung 300
ekor itik / bebek. Penambahan 300 ekor per tiga bulan tersebut menyebabkan
populasi itik / bebek menjadi 1200 ekor, sehingga dibutuhkan 4 unit kandang
sistem ren.
Itik / bebek
diberi makan penuh, yaitu tiga kali sehari (pagi-siang-sore). Pakan yang
digunakan pada pola ini adalah pakan buatan (pabrik). Kebutuhan pakan untuk
itik / bebek petelur adalah 150 g/ekor/hari, sehingga setiap bulannya dibutuhkan
4,5 kg/ekor. Pemberian obat dan vitamin pada itik / bebek petelur dengan pola
intensif dilakukan setiap satu bulan sekali. Tenaga kerja yang dibutuhkan untuk
pemeliharaan itik / bebek petelur dengan pola ini adalah 1 orang setiap 100 –
500 ekor itik / bebek. Untuk alas tidurnya, kandang itik / bebek petelur perlu
diberi jerami atau sekam, dan diganti setiap bulannya
Bahan baku
Ransum itik pada umumnya digolongkan menjadi dua, yaitu bahan baku nabati dan
bahan baku hewani. Bahan baku nabati merupakan sumber energi terbaik untuk itik
dan cara pengadaanya relatif murah.
Bahan Baku
Nabati itu
antara lain Dedak halus, Jagung kuning, Bungkil kedelai, Ampas tahu, Tepung
daun pepaya, Tepung daun
Lamtoro, Tepung daun Turi.
Bahan
Baku Hewani antara lain : Keong, Bekicot,
Cacing.
Ada
juga yang dalam bentuk olahan pabrik, seperti : tepung ikan, Tepung bulu,
Tepung darah, Tepung limbah udang, Tepung kerang, Tepung kepala udang.
Selain
pakan-pakan diatas, Bebek / ITIK masih membutuhkan pakan tambahan yang mengandung
gizi, nutrisi ternak lengkap YANG BELUM TERDAPAT pada pakan-pakan diatas untuk
mengoptimalkan pertumbuhan dan produksi telur.
III.
METODE KERJA
A.Waktu
dan Tempat
Praktikum Ilmu
Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa dalam kegiatan pembuatan ransum itik dilakukan di kandang itik Jurusan
Peternakan, Fakultas Pertanian Universitas lampung setiap minggunya yaitu pada hari selasa yang dimulai tanggal 23
Oktober – 27 November 2012 yang digunakan untuk ransum itik selama seminggu.
Praktikum Ilmu
Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa dalam acara pemeliharaan itik selama enam minggu
dilakukan di kandang itik Jurusan
Peternakan, Fakultas Pertanian, Universitas Lampung pada tanggal 23 Oktokber – 27 November 2012.
B.Alat dan
Bahan
Pada praktikum
Ilmu Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa dalam kegiatan Pembuatan ransum dalam
bentuk Mash adapun alat
dan bahan yang
digunakan adalah sebagai berikut :
B.1. Bahan
1.
Hidrolisat
tepung bulu ayam
2.
Hidrolisat
tepung udang
3.
Bungkil
kelapa sawit
4.
Onggok
5.
Dedak
6.
Minyak
kelapa
7.
CaCO3
8.
Metionin
(digunakan pada pembuatan ransum minggu
pertama)
9.
Air
(ditambahkan pada saat pemberian makan pada itik)
B.2. Alat
1.
Timbangan
2.
Ember
3.
Karung
4.
Sendok
semen
C.Cara Kerja
Pada praktikum
Ilmu Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa dalam kegiatan Pembuatan Ransum itik, adapun susunan ransum itik terlampir.
Adapun
langkah-langkah kerja dalam pembuatan ransum itik adalah sebagai
berikut :
1.
Menimbang
bhan- bahan pakan yang akan digunakan sesuai dengan susunan ransum yang dapat
dilhat pada tabel
2.
Mencampurkan
bahan pakan tersebut dimulai dari bahan pakan yang paling banyak sampai bahan
pakan yang paling sedikit
3.
Mengaduk
bahan pakan sampai homogen
Pada praktikum
Ilmu Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa dalam kegiatan pemeliharaan itik,, adapun kegiatan-kegiatan yang dilakukan
setiap harinya dalam pemeliharaan itik
adalah ebagai berikut :
1.
Pemberian ransum itik
Itik diberikan ransum (mash) sebanyak 200 gram per ekor per hari yang diberikan kepada itik setiap
hari yaitu pada pagi dan sore hari.
2.
Pemberian minum
Itik diberikan minum sebanyak satu ember sedang di pagi hari dan di
sore hari, namun jumlah pemberian dapat berubah tergantung dengan konsumsi
kebutuhan itik.
3.
Penimbangan bobot tubuh itik
Penimbangan
bobot tubuh itik dilakukan setiap satu minggu sekali untuk
mengetahui partambahan bobot tubuh itik
IV.
HASIL DAN PEMBAHASAN
A.
Hasil
Pengamatan
Tabel 1. Bobot Tubuh Itik
|
NO. urut
|
Awal minggu
|
Minggu ke-1
|
Minggu ke-2
|
Minggu ke-3
|
Minggu ke-4
|
Minggu ke-5
|
Minggu ke-6
|
|
Kg
|
|||||||
|
1
|
1
|
0,9
|
1,5
|
1,6
|
1,7
|
1,5
|
1,5
|
|
2
|
1,9
|
1,2
|
1,6
|
1,9
|
1,9
|
1,6
|
1,6
|
|
3
|
1,2
|
1
|
1,2
|
1,8
|
1,9
|
1,5
|
1,4
|
|
4
|
1,1
|
1
|
1,2
|
1,4
|
1,7
|
1,4
|
1,3
|
|
5
|
1,1
|
1
|
1,1
|
1,4
|
1,8
|
1,3
|
1,6
|
|
6
|
1,2
|
1,2
|
1,2
|
1,5
|
1,8
|
1,3
|
1,3
|
|
7
|
1,2
|
1
|
1,5
|
1,6
|
1,7
|
1,5
|
1,4
|
|
8
|
1,4
|
1,2
|
1,1
|
1,5
|
1,7
|
1,8
|
1,5
|
Tabel 2. Konsumsi pakan itik per minggu
|
|
Minggu ke-1
|
Minggu ke-2
|
Minggu ke-3
|
Minggu ke-4
|
Minggu ke-5
|
Minggu ke-6
|
|
Pakan (kg)
|
4,4
|
12
|
12,4
|
13,2
|
11,4
|
11,2
|
|
PBT (kg)
|
-0,2
|
0,275
|
0,25
|
0,1875
|
-0,2875
|
-0,0375
|
|
FCR
|
-2,75
|
5,45
|
6,25
|
8,8
|
-4,96
|
-37,33
|
Perhitungan terlampir
Tabel 3. Produksi telur per hari
|
|
Minggu ke-1
|
Minggu ke-2
|
Minggu ke-3
|
Minggu ke-4
|
Minggu ke-5
|
Minggu ke-6
|
|
Produksi Telur (Butir )
|
-
|
13
|
15
|
16
|
20
|
11
|
B.
Pembahasan
Itik adalah salah satu jenis unggas air (water
fowls) yang termasuk dalam kelas aves, ordo anseriformes, famili anatidae
sub famili anatinae, tribus anatinae dan genus anas (Srigandono,
1997). Itik merupakan unggas air yang cenderung mengarah pada produksi telur,
dengan cirri-ciri umum : tubuh ramping, berdiri hampir tegak seperti botol dan
lincah (Rasyaf, 2002). Menurut Windhyarti (2002), hampir seluruh itik asli
Indonesia adalah itik tipe petelur.
Tujuan akhir dari suatu usaha peternakan itik
petelur adalah produksi telur
yang optimal. Telur adalah hasil sekresi dari sistem
produksi. Untuk mengetahui
produksi telur harian dalam jangka waktu tertentu
dapat dilihat dari duck day.
Menurut Rasyaf (2002), duck day adalah
perhitungan yang sering dipakai dalam
menentukan produksi telur. Perhitungan produksi
telur dapat dilakukan dalam bentuk
persentase,
perhitungan ini berdasarkan jumlah produksi harian, bulanan dan kelompok.
Praktikum
pemeliharaan itik
dimulai pada tanggal 23 Oktober – 27 November 2012 selama enam minggu bertempat di Kandang Itik, Jurusan Peternakan, Fakultas
Pertanian Universitas Lampung.
Itik dipelihara selama enam minggu dengan pemberian ransum
berbentuk mash
sebanyak 200 gram/ekor/hari, dan penimbangan bobot tubuh dan konsumsi ransum dilakukan setiap satu minggu sekali.
Dari
hasil pengamatan yang dilakukan oleh praktikan selama pemeliharaan itik dihasilkan data bahwa
rata-rata bobot awal itik adalah 1,2625 kg yang kemudian pada minggu pertama,
minggu ke-5 dan minggu ke-6 setelah pemeliharaan itik
mengalami penurunan bobot tubuh. Pada minggu pertama penurunan bobot tubuh
dikarenakan adanya penambahan metionin pada ransum itik sehingga menyebabkan
palatabilitas pada itik menurun. Metionin adalah asam amino
mengandung sulfur dan essensial (undispensable) bagi manusia dan ternak
monogastrik sehingga metionin harus tersedia di dalam ransum ternak.
Schutte et al. (1997) menyatakan bahwa metionin adalah suatu zat esensial
untuk unggas. Asam amino metionin sangat diperlukan untuk kecepatan
pertumbuhan dan hidup pokok semua hewan. Salah satu akibat bila
terjadi kekurangan asam amino metionin adalah lambatnya
laju pertumbuhan (Prawirokusumo et al., 1987).
Pemberian metionin perlu memperhatikan tingkat
protein, bentuk fisik dan palatabilitas bahan pakan. Selain itu, karena
metionin diketahui sebagai asam amino yang bersifat racun bila berlebihan,
sehingga pemberiannya harus diperhatikan dengan baik. Kelebihan
pemberiannya akan berakibat buruk pada penambahan berat badan. Terjadinya
penurunan selera makan atau penurunan laju pertumbuhan dapat disebabkan
oleh antagonisme asam-asam amino, walaupun efek buruknya dapat dikoreksi
dengan asam amino pembatas (metionin, lysin dan triptophan) (Pesti et
al., 2005).
Sedangkan pada minggu ke-5 dan ke-6 penurunan bobot
tubuh dikarenakan manajemen pemberian
ransum pada itik yang tidak teratur.
Namun pada minggu ke-2, ke-3 dan ke-4 itik mengalami pertambahan bobot tubuh
karena itik mulai beradaptasi terhadap lingkungan dan pakan yang diberikan.
Pada
akhir praktikum pemeliharaan itik, praktikan
juga menghitung pertambahan bobot tubuh dan
FCR pada ternak itik.
·
Pertambahan bobot tubuh (PBT)
Salah satu hal penting dalam produksi ternak
adalah dengan mengetahui pertambahan bobot tubuhnya.pertambahan bobot badan
diperoleh melalui pengukuran kenaikan bobot badan dengan melakukan pertimbangan
berulang-ulang dalam waktu setiap minggu selama enam minggu. Pada
minggu kedua, ketiga dan keempat mengalami pertambahan bobot tubuh sedangakan pada minggu pertama, kelima dan keenam itik
mengalami penurunan bobot tubuh.
·
FCR (feed convertion ratio)
Feed Converytion Ratio didefinisikan sebagai
jumlah kilogram pakan yang dibutuhkan untuk menghasilkan satu kilogram bobot
tubuh.Pada minggu ke-1, minggu ke-5, dan minggu ke-6 didapat nilai FCR negatif karena pada minggu-minggu tersebut tidak ada
pertambahan bobot tubuh melainkan penurunan bobot tubuh sehingga kecernaan itik
terhadap ransum yang diberikan tidak effisien. Hal ini dapat dipengaruhi oleh
beberapa faktor yaitu antara lain, manajemen pemberian pakan yang tidak
teratur, strees, kebersihan kandang, keseimbangan konsumsi pakan dan air yang
diberikan dan jumlah pakan yang diberikan tidak merata.
·
Produksi
Telur
Produksi telur pada beberapa minggu memiliki perbedaan jumlah telur
yang dihasilkan. Banyak sedikitnya jumlah telur yang diproduksi kemungkinan
dipengaruhi akibat manajemen waktu saat pemberian pakan. Disamping itu,
palatabilitas terhadap ransum yang diberikan tiap minggunya bahkan setiap
harinya tidak konstan melainkan berubah-ubah sehingga nutrisi yang dibutuhkan
dalam memproduksi telur berkurang apabila pakan yang dikonsumsi sedikit,
sebaliknya produksi telur akan meningkat apabila konsumsi pakan yang diberikan
banyak. Dalam hal ini, kandungan nutrisi dalam ransum sangatlah berperan
penting dalam produksi telur karena apabila kebutuhan nutrisi yang diberikan
kurang dari jumlah yang dibutuhkan maka nutrisi yang dikonsumi hanya memenuhi
kebutuhan hidup itik tersebut. Di samping itu, jika nutrisi dalam pakan yang
dikonsumsi itik mencukupi maka nutrisi tersebut dapat memicu itik untuk
memproduksi telur.
Menurut Suparyanto (2005) pertambahan bobot badan masih merupakan
parameter penting yang digunakan untuk menaksir ternak, pada saat
pertambahan
bobot badan tinggi ada dugaan kuat bagi itik dara untuk cepat mulai
bertelur.
Pertambahan bobot badan merupakan salah satu kriteria yang
digunakan untuk mengukur pertumbuhan. Ensminger (1992) mendefinisikan
pertumbuhan sebagai peningkatan ukuran tulang, otot, organ dalam dan bagian
lain dari tubuh. Pertumbuhan merupakan faktor yang perlu diperhatikan dalam
pemeliharaan ternak unggas terutama pada periode awal. Oleh karena itu,
pertambahan bobot badan menjadi penting pada periode ini untuk menunjang
pertumbuhan dan proses produksi selanjutnya (Margawati, 1985).
·
Pakan
Pakan adalah campuran berbagai macam bahan organik dan anorganik
yang diberikan kepada ternak untuk memenuhi kebutuhan zat-zat makanan yang diperlukan
bagi pertumbuhan, perkembangan dan produksi. Agar pertumbuhan dan produksi
maksimal, jumlah dan kandungan zat-zat makanan yang diperlukan ternak harus
memadai (Suprijatna et al., 2005). Menurut North dan Bell (1990) zat
makanan (nutrisi) dalam pakan digunakan tubuh unggas untuk menjaga
keberlangsungan proses fisiologis yang secara umum berupa kebutuhan hidup
pokok, pertumbuhan, produksi bulu, produksi telur dan deposit lemak. Pakan
sangat berpengaruh terhadap produksi telur. Di samping itu, dari pengamatan
yang telah dilakukan itik memerlukan penyesuaian atau adaptasi terhadap pakan
yang diberikan karena pada percobaan ini pakan untuk itik dibuat satu kali
untuk memenuhi kecukupan pakan dalam satu minggu sehingga setiap minggunya itik
harus menyesuaikan pakan yang diberikan misalnya, pada minggu pertama
menggunakan onggok kasar dan pada minggu kedua menggunakan onggok yang halus
sehingga itik harus menyesuaikan konsumsinya terhadap ukuran pakan tersebut.
Dari pengamatan yang telah dilakukan konsumsi pakan terhadap ransum yang
diberikan, pada ransum dengan onggok halus konsumsinya meningkat atau lebih
baik dibandingkan dengan ransum campuran onggok kasar. Terlihat bahwa masih
banyak sisa onggok kasar pada wadah pakan tersebut bahkan ada yang berceceran
di alas kandang.
Protein di susun dari 20 asam amino yang kompleks. Setiap hewan dan
tumbuh-tumbuhan berbeda proteinnya, demikian pula antara jaringan lainya pada
tumbuhan atau hewan yang sama. Yang memebedakan protein ini yaitu susunan asam
amino yang membentuk protein tersebut. Sususnan ini juga akan membedakan sifat
fisika dan kimia dari protein tersebut, demikian pula fungsi biologinya dalam
tubuh.
Fungsi protein adalah untuk membentuk bagian-bagian penting dari
tubuh hewan, misalnya jaringan lunak, otot, jarinan ikat, kolagen, kulit,
rambut, kuku, bulu, dan paruh pada ayam. Protein darah berfungsi mengatur
keseimbangan, tekanan osmosis, cadangan asam-asam amino, untuk pembekuan darah,
pembawa oksigen dan pengangkut zay-zat makanan antara sel atau keseluruh tubuh.
Selai dari itu protein juga berfungsi membentuk enzim dan hormone dalam tubuh.
V. KESIMPULAN
Berdasarkan pemeliharaan dan pengamatan terhadap ternak itik yang
telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa :
·
Kunci keberhasilan usaha produksi ternak itik
terletak pada pelaksanaan program tata laksana pemeliharaan itik.
·
Kesalahan nutrisi pada masa pertumbuhan ini
bisa menyebabkan itik terlambat mencapai kedewasaan kelamin sehingga itik tidak
bisa berproduksi pada umur yang diharapkan.
Dalam usaha ternak itik secara intensif, ada tiga evaluasi pokok yang memiliki andil keberhasilan yakni:
Dalam usaha ternak itik secara intensif, ada tiga evaluasi pokok yang memiliki andil keberhasilan yakni:
·
1.Bibit itik; karakteristik ekonominya dalam
menunjang keberhasilan usaha adalah 20%.
2.Makanan itik; dalam menunjang keberhasilan usaha mempunyai andil sebesar 30%.
3.Tata laksana pemeliharaan, termasuk kandang, cara pemeliharaan dan ketrampilan, memegang peranan yang sangat besar.
2.Makanan itik; dalam menunjang keberhasilan usaha mempunyai andil sebesar 30%.
3.Tata laksana pemeliharaan, termasuk kandang, cara pemeliharaan dan ketrampilan, memegang peranan yang sangat besar.
·
Performans
itik sangat dipengaruhi oleh ransum guna mencukupi kebutuhan hidup pokok
pertumbuhan bulu dan tambahan bobot tubuh.
·
Pemeliharan
itik harus memperhatikan susunan ransum, bentuk pakan, dan manajemen pemberian
ransum.
·
Tinggi
rendahnya produksi telur dapat dipengaruhi oleh manajemen pemberian pakan yang
teratur.
·
Pertambahan
bobot tubuh pada itik mengalami penurunan dan peningkatan setiap minggunya,
dikarenakan manajemen pemberian ransum yang tidak teratur. Begitu juga pada FCR
nya yang mengalami penurunan dan peningkatan.
DAFTAR PUSTAKA
Anggrorohadi,
Pemadi dan Sudawonadi S.1993.Sumber Daya Sarana dan Prasaran Peternakan Bandung:Balai
penelitian peternakan
Hendro,
Sunarjono.1989.Kiat
Sukses Beternak Itik.Jakarta:Balai Penyuluhan Peternakan.
Abdi,
Sucipto.1987.Perawatan
Dalam Beternak Itik.Jogja:Balai Penyuluhan Peternakan
Ensminger, M. A. 1992. Poultry Science (Animal Agriculture
Series). 3th Edition.Interstate Publisher, Inc. Danville, Illionis.
Hardjosworo, P. S. 1985. Konservasi ternak asli (Laporan
Penelitian). Fakultas Peternakan Institut Petanian Bogor, Bogor.
Hardjosworo, P. S. 1989. Respon biologik itik tegal terhadap
pakan pertumbuhan dengan berbagai kadar protein. Disertasi.
Program Pasca Sarjana. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Hardjosworo, P. S. dan Rukmiasih. 2001. Itik, Permasalahan dan
Pemecahan. Penebar Swadaya, Jakarta.
Kurniawan, I. 2005. Morfometri kelompok itik cihateup pada masa
pertumbuhan.Skripsi. Fakultas Peternakan. Institut Pertanian Bogor, Bogor.
Leeson, S. 2000. Egg numbers and size both influence broiler
yields. Service Bulletin. No. 13. University of Georgia, Georgia.
LAMPIRAN
LAMPIRAN PERHITUNGAN
A. Rata-Rata Berat Badan Itik
Minggu Awal
Σ Bobot Itik / Σitik =
10,1/8
= 1,2625 kg
Minggu 1
Σ Bobot Itik / Σitik =
8,5/8
=1,0625 kg
Minggu 2
Σ Bobot Itik / Σitik =
10,4/8
= 1,3375 kg
Minggu 3
Σ Bobot Itik / Σitik =
12,7/8
= 1,5875 kg
Minggu 4
Σ Bobot Itik / Σitik =
14,2/8
= 1,775 kg
Minggu 5
Σ Bobot Itik / Σitik =11,9/8
=1,4875 kg
Minggu 6
Σ Bobot Itik / Σitik =
11,6/8
= 1,45 kg
B.
Pakan
Minggu 1
Σ Konsumsi Pakan/ Σ Itik = 4,4/8
= 0,55 kg
Minggu 2
Σ Konsumsi Pakan/ Σ Itik = 12/8
= 1,5 kg
Minggu 3
Σ Konsumsi Pakan/ Σ Itik = 12,4/8
= 1,55 kg
Minggu 4
Σ Konsumsi Pakan/ Σ Itik = 13,2/8
= 1,65 kg
Minggu 5
Σ Konsumsi Pakan/ Σ Itik = 11,4/8
= 1,425 kg
Minggu 6
Σ Konsumsi Pakan/ Σ Itik = 11,6/8
= 1,4 kg
C.
Pertambahan Bobot Badan
Minggu 1
Bobot Minggu 1 –
Bobot Awal = 1,0625 kg -
1,2625 kg = -0,2 kg
Minggu 2
Bobot Minggu 2 –
Bobot Minggu 1 = 1,3375 kg -
1,0625 kg = 0,275 kg
Minggu 3
Bobot Minggu 3 –
Bobot Minggu 2 = 1,5875 – 1,3375 kg = 0,25 kg
Minggu 4
Bobot Minggu 4 –
Bobot Minggu 3 = 1,775 kg - 1,5875kg
= 0,1875 kg
Minggu 5
Bobot Minggu 5 –
Bobot Minggu 4 = 1,4875 - 1,775 kg = -0,2875 kg
Minggu 6
Bobot Minggu 6 –
Bobot Minggu 5 = 1,45 - 1,4875 = -0,0375 kg
D. FCR
Minggu 1
ΣKonsumsi Pakan/PBT =
0,55/-0,2 = -2,75
Minggu 2
ΣKonsumsi Pakan/PBT =
1,5/2,75 = 5,45
Minggu 3
ΣKonsumsi Pakan/PBT = 1,55/0,25 = 6,2
Minggu 4
ΣKonsumsi Pakan/PBT = 1,65/0,1875 =
8,8
Minggu 5
ΣKonsumsi Pakan/PBT = 1,4275/-0,02875=
-4,96
Minggu 6
ΣKonsumsi Pakan/PBT = 1,4/-0,0375 =
-37,33
Langganan:
Komentar (Atom)
Poll
About Us
Total Pageviews
Popular Posts
-
PERFORMANS ITIK PETELUR SELAMA ENAM MINGGU (Laporan Praktikum Ilmu Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa) Oleh: Kelompok II ...
-
Kata petrichor sebenarnya cukup asing, bahkan gue sama sekali gak tau artinya. Pertama tau, dari tlist [thanks for u guys] wah lucu nih kan ...
-
Akhir-akhir ini gue suka nonton film thailand dari mulai film a little thing called love sampai merembet ke film dengan genre agak melenceng...
-
Hidup ini kok sebegini datar ya? yakin akan ada happy ending? Entah kenapa ya kata-kata itu paling sering muncul dipikiran gue,...
-
Disini bukan karena aku orang yang luar biasa yang segala mimpinya telah tercapai atau orang luar biasa orang luar biasa yang sed...
-
hidup... hidupku, selalu terlihat begitu tidak aku inginkan hidupnya, selalu berjalan seperti di dalam cerita aku, selalu tidak menyukai jal...
-
Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu~ Tak terbiasa kudapati terdiam mendura~ Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu~ Seki...
-
Hari ini disebut awal tahun baru masehi karna sekarang tanggal 1, tapi yang dihadapan muka gue dari 3 hari yang lalu gak ganti-ganti walaupu...
-
Hari ini bisa dibilang akhir tahun 2012 mungkin sudah bisa di hitung pake jari ya Ok menurut jam rumah 1,5 jam lagi Gak ada wishes khus...
-
PENGAGUM adalah sebuah kata yang sering digunakan untuk menggambarkan sosok seorang yang selalu mencuri-curi pandang ketika bertemu dengan s...
Mengenai Saya
Pengikut
Labels
- Diary (2)
- Intermezzo (3)
- Korean Drama (1)
- Pendapat (1)
- Secret Note (1)
- Tutorial (1)
Links
- Diary (2)
- Intermezzo (3)
- Korean Drama (1)
- Pendapat (1)
- Secret Note (1)
- Tutorial (1)
Popular Posts
-
PERFORMANS ITIK PETELUR SELAMA ENAM MINGGU (Laporan Praktikum Ilmu Nutrisi Aneka Ternak dan Satwa) Oleh: Kelompok II ...
-
Kata petrichor sebenarnya cukup asing, bahkan gue sama sekali gak tau artinya. Pertama tau, dari tlist [thanks for u guys] wah lucu nih kan ...
-
Akhir-akhir ini gue suka nonton film thailand dari mulai film a little thing called love sampai merembet ke film dengan genre agak melenceng...
-
Hidup ini kok sebegini datar ya? yakin akan ada happy ending? Entah kenapa ya kata-kata itu paling sering muncul dipikiran gue,...
-
Disini bukan karena aku orang yang luar biasa yang segala mimpinya telah tercapai atau orang luar biasa orang luar biasa yang sed...
-
hidup... hidupku, selalu terlihat begitu tidak aku inginkan hidupnya, selalu berjalan seperti di dalam cerita aku, selalu tidak menyukai jal...
-
Kulihat mendung menghalangi pancaran wajahmu~ Tak terbiasa kudapati terdiam mendura~ Apa gerangan bergemuruh di ruang benakmu~ Seki...
-
Hari ini disebut awal tahun baru masehi karna sekarang tanggal 1, tapi yang dihadapan muka gue dari 3 hari yang lalu gak ganti-ganti walaupu...
-
Hari ini bisa dibilang akhir tahun 2012 mungkin sudah bisa di hitung pake jari ya Ok menurut jam rumah 1,5 jam lagi Gak ada wishes khus...
-
PENGAGUM adalah sebuah kata yang sering digunakan untuk menggambarkan sosok seorang yang selalu mencuri-curi pandang ketika bertemu dengan s...


